Bahan Pelatihan Menulis (III)
Banyak wartawan pemula yang bingung bagaimana memulai menulis berita atau artikel. Satu-satunya kunci sebagai jalan selamat ialah menyusun outline. Nah, perhatikan beberapa petunjuk praktis di bawah ini:
1. Outline. "Jika mau selamat, susunlah outline!" Outline, disebut juga kerangka tulisan, memang bisa "menyelamatkan" seorang penulis dari kerancuan logika, dari sistematika yang awut-awutan, sebab outline merupakan pedoman atau tuntunan bagi kita untuk menulis.
2. Lead. Sebuah tulisan (baik berita biasa maupun feature) selalu diawali dengan lead, yaitu satu atau dua kalimat (mungkin juga sebuah alinea) yang menarik – sehingga pembaca tertarik untuk membaca tulisan kita. Lead bisa berupa sebuah "keterangan" mengenai hal-hal yang aktual (misalnya berkenaan dengan HUT kota Jakarta, 22 Juni 2006), atau profil seorang public figure (Hari-hari ini, Nyonya Halimah masih nampak gundah gulana. Di benaknya seakan terbayang wajah Mayangsari yang sumringah tapi setengah menyeringai sinis....).
3. Body text. Setelah lead, kita masuk ke body text, yaitu persoalan sebenarnya yang akan kita tulis. Ingat, persoalan sebenarnya, atau inti persoalan. Jangan melebar kemana-mana. Kalaupun di dalamnya kita sertakan quotations, hendaknya yang relevan dengan persoalan yang kita tulis. Dan, hindari kata-kata seperti: terangnya, jelasnya, akunya, dan sebagainya.
4. Populer. Usahakan gaya kita dalam menulis cukup populer, mudah dipahami, hindari kata-kata asing (yang tidak perlu). Gaya menulis yang baik ialah gaya bertutur, bercerita, berkisah, dan sekali lagi deskriptif. Sebab, berita atau feature adalah a story about fact, not fiction. Jadi, story, cerita, kisah. Tapi, kisah yang menyangkut fakta. Sedangkan kisah yang menyangkut fiksi bukanlah berita atau feature, melainkan karya sastra.
5. Ending. Sebuah tulisan akan berakhir dengan enak dan pas jika kita mengakhirinya dengan ending yang bagus. Misalnya, ...akhirnya Mayangsari mengalah, pulang ke rumah orangtuanya di Surabaya. Itu hanya misal. Banyak ending lain yang bagus, tapi tak mudah menemukannya!
6. Judul. Bagaimana dengan judul? Baik judul maupun eye catching (jangan sebut: catcher atau tai kucing!) sebaiknya dibuat ketika berita, artikel, feature kita sudah rampung. Tapi ingat, dengan selesainya sebuah tulisan tak berarti tugas Anda usai pula. Sangat dianjurkan agar Anda kembali dan kembali membacanya ulang, satu dua tiga kali lagi. Siapa tahu ada hal-hal yang kurang atau salah ketik. Malas? Kalau gitu jangan jadi wartawan!
***

