Tuesday, December 9, 2008

PEDOMAN MENULIS FEATURE (IX)

Pengantar

Kawan-kawan, berikut ini saya sampaikan ringkasan buku Andaikan saya Wartawan TEMPO. Buku yang menjadi pedoman bagi para wartawan TEMPO ini diterjemahkan oleh Slamet Djabarudi dari Feature Writing for the Newspapers  (1979). Mula-mula berjudul Misalkan Anda Wartawan TEMPO, 17 tahun kemudian diubah menjadi Andaikan Saya Wartawan TEMPO (1996). Ringkasan tersebut saya bagi menjadi 13 (tiga belas) bagian. Berikut adalah Bagian IX (kesembilan).


Menulis Lead

          Sekali reporter memilih lead dan memilih pendekatan dasarnya, ia menghadapi problem memilih kombinasi kata-kata. Bagaimanapun imajinatif dan menariknya gagasannya untuk satu lead yang bagus, ia masih bisa tergelincir dalam merenggut perhatian pembaca bila kombinasi kata-katanya payah.

 

          Misalnya, Setiap pagi, sekitar pukul 07.30, ketika matahari masih bersinar merah di Percut, sebuah kota pantai 22 kilometer dari Medan, Hotman Sinaga, 32 tahun, memulai pekerjaannya sebagai penyadap tuak. Ia kayuh sepedanya menuju kebun kelapa….(TEMPO, 11 Juni 1994, Ketika Minuman Keras Melekat Bersama Tradisi).

 

          Lead tersebut terlalu panjang, tapi untunglah susunan kata-katanya bagus. Ide yang sama bisa ditulis lebih jelek oleh reporter yang kurang mampu: Pagi-pagi, lebih kurang pukul 07.30. pagi, ketika matahari terlihat bersinar merah di Percut, yakni sebuah kota pantai yang terletak lebih kurang 22 kilometer dari Medan, seorang penyadap tuak bernama Hotman Sinaga, 32 tahun, mulai bekerja sebagai penyadap tuak….

 

          Bandingkanlah kedua lead itu. Idenya sama. Hal yang dibicarakan juga sama. Tapi yang pertama lebih efektif dan ringkas, sedangkan yang kedua banyak kata bisa dihilangkan tanpa mengubah gambaran yang ingin disampaikan. Bila Anda menganalisa lead-lead itu, pedoman berikut untuk penulisan lead akan menjadi jelas.

 

Tulislah Ringkas

          Jangan obral kata-kata. Lead kedua dalam contoh cerita inspektur di atas satu setengah kali panjangnya daripada yang pertama. Tapi toh, lead kedua itu tidak memberikan informasi yang lebih banyak, selain disebutnya nama perwira polisi itu. Mengobral kata yang tidak perlu mengurangi keefektifan lead. Ibaratnya: kaldu yang kental bisa menjadi sup yang hambar bila terlalu banyak air.

 

Tulislah alinea secara ringkas.

          Kebanyakan penulis profesional berpedoman begini: Jangan lebih dari 4 baris (bukan kalimat) untuk sebuah lead. Alinea yang ringkas akan dengan sendirinya lebih mudah mengundang. Bila ditambah pemilihan kata dengan baik, akan lebih mudah dibaca.

 

Gunakan kata-kata aktif.

          Lead harus punya nyawa dan tenaga. Pembaca harus merasakan suatu gerakan ketika ia membaca. Penulis feature menaruh perhatian istimewa kepada kata-kata kerja, terutama yang ringkas dan hidup. Kata kerja adalah busi. Ia memberikan kekuatan sehingga lead Anda “bergerak”.

 

          Kata-kata sifat bisa memberikan saham untuk mempercantik. Mempertegas kata sifat (misalnya “ramping”, “ringsek”, “montok”, “mengkilat”) menambah vitalitas suatu kalimat.

 

Gaetlah pembaca pada beberapa kata pertama.

          Dalam contoh sebelumnya, reporter membuka ceritanya dengan lead yang fokusnya menajam: Mata yang dingin…. Perhatian pembaca segera ditarik. Ia mungkin akan membaca terus … terus, sampai ia masuk jauh ke dalam cerita itu. Banyak ahli komunikasi yang mengatakan bahwa bila Anda gagal menggaet pembaca pada kata-kata pertama, Anda akan kehilangan pembaca itu.

 

         
Ada beberapa contoh umum bagaimana kata-kata pertama gagal menggaet pembaca. Misalnya ini: Beberapa minggu yang lalu ….. atau ini: Dalam rangka ….. Kata-kata itu memaksa pembaca untuk bersusah-payah sebelum mengetahui apa yang akan dikemukakan penulis. Bila saja topiknya tidak begitu mengundang keingintahuan pembaca, ia dengan sendirinya akan pindah ke cerita lain.

 

          Reporter harus bisa menarik pembaca dengan modal lead-nya. Sebab, walaupun ceritanya sendiri hebat, hanya sedikit pembaca yang mau mengarungi lead yang tidak menarik, yang membosankan, untuk masuk ke dalam cerita hasil kerja keras Anda.

 

(Bersambung)

Posted by BSH at 13:09:25 | Permalink | No Comments »