Friday, October 26, 2007

Bahan Pelatihan Menulis (I)

Di bawah ini saya sampaikan beberapa hal yang harus diketahui oleh para calon wartawan pemula:

1.   Profesional. Istilah “profesional” bukanlah sekedar penamaan gagah-gagahan. You are a professional journalist, it means you are a real journalist. Wartawan yang profesional ialah wartawan yang sebenar-benar wartawan, bukan wartawan yang tidak mengerti posisi dan perannya, bukan wartawan yang tidak mengerti hakikat tugasnya, bukan wartawan yang tidak tahu tanggung jawabnya, bukan wartawan gadungan. Ia sadar sebagai “penyambung lidah” publik, masyarakat as a silence majority. Ia mengetahui betul apa yang terkandung dalam UU Nomor 40/1999 tentang Pers, ia memahami betul makna Kode Etik Jurnalistik (yang baru, Maret 2006). Ia tahu makna 5 W 1 H, ia mengerti apa artinya menepati dead line, ia tahu bahwa karyanya harus bagus, mendekati sempurna, akurat, cepat, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar. Wartawan yang profesional ialah wartawan yang tidak bodoh, tidak dungu, selalu peduli, dan mengikuti perkembangan.


2.   The nose of news. Wartawan yang baik, yang profesional, tak harus lulusan Jurusan Publisistik, Jurnalistik atau kursus-kursus pelatihan jurnalisme. Namun, profesionalisme memang membutuhkan waktu, membutuhkan jam terbang yang tinggi, lama. Namun, itu tak berarti untuk menjadi wartawan yang baik dan profesional tidak bisa dipelajari. Cuma Anda harus memenuhi syarat mutlak, yakni: niat yang mantap, ketetapan hati untuk mengambil jurnalisme sebagai profesi sampai mati, mempelajari dan memahami hakikat jurnalisme, terus menerus belajar, membaca dan menulis. Pendeknya, tiada hari tanpa membaca dan menulis. Selain itu, ia pantang barkata, “ah, tidak bisa, tidak sempat, sulit ditembus, sulit ditemui.” Jika semua itu lebih dimantapkan lagi dengan berbagai pengalaman dan latihan terus-menerus, bukan tak mungkin Anda akan memiliki apa yang disebut the nose of news, kemampuan untuk mengendus berita – berita mana yang layak dan menarik, berita mana yang cuma sampah.


3.   Jalan selamat. Jika Anda pengin “selamat”, lakukan hal-hal berikut: (1). Mantapkan profesionalisme, jangan pernah puas, selalu chek and recheck; (2). Lihat sekeliling, pertajam the nose of news; (3). Bekerjalah penuh kegembiraan dan tanggung jawab; (4). Susun assignment dan outline, kerangka pikiran untuk meliput, wawancara, menulis; (5). Perlakukan sebuah karya jurnalisme sepenuh cinta, sebaik dan sesempurna mungkin, baca ulang secara kritis.

Posted by BSH at 11:39:08
Comments

Leave a Reply